Tragedi Minuman yang Terlantar


Kronologibayu-Seperti hari-hari biasa yang saya dan keluarga jalani. Kami memulai hari itu dengan doa dan  semangat yang dilanjut dengan aktivitas harian seperti biasa. Ibu memulai dengan aktivitas dapurnya dan anggota keluarga lain seperti saya mulai bersih-bersih rumah (Bersih-bersih rumah merupakan salah satu aktivitas di kala libur).

Bisa dibayangkan betapa meriah dan serunya kala itu. Suasana juga dimeriahkan oleh Satriyo ( 5 th ketika kejadian berlangsung), ulah anak umur tersebut memang sering mengundang gelak tawa bahkan sering juga mengundang kejadian-kejadian kontroversial dibeberapa kesempatan. maklum masih bocah,...

Matahari perlahan mulai meninggi diikuti oleh jarum jam yang menunjuk pukul 07.00 Wib. Disela-sela aktivitas yang biasa-biasa saja itu terlihat  seorang pria paruh Baya berlari-lari bak Sah Rukhan mengejar kekasihnya dalam serial drama Bollywood.

Siapakah Pria paruh baya itu? tidak lain dan tidak bukan dia adalah Kepala Rumah Tangga yang sangat kami cintai dan hormati.  To The Point, tanpa basa-basi dan tanpa bertele-tele,ya benar sekali. dia adalah Ayah Saya.   

Ayah saya lari kecil bukan sedang latihan untuk  persiapan mengikuti SEA GAMES , bukan juga persiapan untuk menyambut lomba 17 Agustus atau bahkan warming up untuk loncat indah di olimpiade., beliau berlari kecil dari ruang belakang menuju kamar untuk menjawab panggilan di Handphone-nya.

Suara Nada panggilan HP ayah saya sedikit memecah keheningan. Maklum Nada dering kebanyakan orang tua itu volumenya keras dan sedikit ramai kombinasi nadanya. Setelah HP dalam genggaman tangan, kemudian Ayah saya menekan tombol jawab, maka terjadilah interaksi percakapan antara ayah dan si Penelepon. 

Berikut percakapan yang berhasil saya kutip kala itu:

Penelepon    : Haloo,.. Niki nopo Prei to Pak ? (Haloo.. Ini apa Libur Pak?)
Ayah Saya    : Nggih Pak, Niki prei Natal. (ya Pak, ini libur hari Natal)
Penelepon    : Terus kulo pun damel wedang niku. (Saya sudah membuat minuman )
Ayah Saya    : hahaha., niki prei Natalan Pak, jenengan unjuk  dewe mawon gen wareg (sedikit Canda). (Hahaha, ini libur Natal Pak, Anda minum sendiri saja biar kenyang)
Penelepon    : Nggih pun yen ngoten, kulo ajeng ten sawah.(ya sudah kalau begitu, saya mau pergi ke sawah)

Percakapan seru itu di akhiri oleh si Penelepon untuk pamit pergi ke sawah miliknya.

cerita lucu akibat lupa tanggal, cerita tukang kebun lupa tanggal, Minuman Sehat, Hari Natal

Ekspresi Ayah saya yang ceria dan bahagia setelah menerima telepon, membuat saya penasaran, Siapakah penelepon tersebut dan apa yang sebenarnya sedang terjadi?.

Ayah saya mengatakan kalau penelepon adalah penjaga sekolah bernama Pak Loso yang mengabarkan bahwa dia sudah membuat minuman untuk semua guru dan karyawan di sekolahan. Pak Loso menelepon Ayah saya karena Ayah Saya adalah salah satu TU (tata Usaha) di sekolahan tersebut.

Ayah Saya juga mengatakan kepada Saya, “dek mau tak kon ngombe Pak Loso gen wareg og.hehe..Pak Loso lali yen iki prei Natal”.. lalu Saya bertanya.,”Lha guru kaliyan karyawan jumlahe pinten to Pak?., Ayah saya menjawab, “Sekitar seketan uwong (50 orang)”,.

Bisa dibayangkan jika kelima puluh minuman itu benar-benar diminum Pak Loso,.bukan hanya wareg saja yang didapat, lebih dari itu bisa-bisa gempor tu Mulut,.hehehe..

Hikmah dari kejadian di atas adalah Cek selalu Kalender jika anda merasa lupa, cek selalu Kalender jika anda mempunyai agenda-agenda penting, Pastikan Kalender anda selalu baru disetiap pergantian tahun.

Nah,.yang terakhir untuk Bapak Loso, Cek selalu kalender sebelum anda membuat minuman.

~Sekian~




Artikel Terkait:

Kronologi Bayu
Kronologi Bayu Updated at: Friday, April 18, 2014
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai