[Pengalaman] Lamaran Pertama Seorang Freshgraduate




pengalaman mencari kerja di job fair, freshgraduate, lamaran pertama, tips mendaftar pekerjaan bagi freshgraduate, masa kuliah
 
Kronologibayu-Mencari kerja setelah lulus kuliah adalah hal yang pakem terjadi di negeri ini. Bahkan di negera-negara lain pun hal serupa juga banyak terjadi. Baik Pria atau pun wanita yang berlabel Freshgraduate pasti membutuhkan pekerjaan.

Ada dua alasan mendasar mengapa seorang Freshgraduate membutuhkan pekerjaan, Pertama, ingin meraih sukses melalui dunia kerja, Dua, ingin mempraktekkan ilmu yang di dapat dari bangku sekolah/kuliah ke dalam dunia kerja yang digeluti. Dalam menapaki dunia kerja masih terbagi dalan dua kategori lagi yaitu(1), membuka usaha sendiri/wirausaha, (2) Bekerja untuk orang lain/ menjadi karyawan/staff.

Dari dua kategori tersebut kebanyakan freshgraduate di negeri kita memilih bekerja untuk orang lain/menjadi karyawan/staff. Minimnya pengalaman mengenai dunia kerja ini yang menyebabkan mengapa seorang freshgraduate lebih memilih opsi kedua. Melalui opsi kedua ini para freshgraduate ingin menyelam sambil minum air, yaitu ingin meraih sukses dan memiliki pengalaman sebanyak mungkin untuk menapaki masa depan lebih baik.

Meskipun demikian, saya rasa opsi nomor (1) juga tidak ada salahnya bagi seorang freshgraduate. Namun harus menjadi catatan penting bahwa perlu etos kerja dan motivasi yang kuat bagi siapa pun yang ingin sukses dalam berwirausaha mandiri, termasuk juga bagi seorang Freshgraduate.

Semua pilihan baik, tergantung bagaimana kita menyikapinya
Jadi tentukan pilihanmu sendiri kawan !!

baik, Lanjut>> Berbicara mengenai mencari pekerjaan, saya memiliki pengalaman akan hal itu. Sebagai seorang freshgraduate sudah sepantasnya bagi saya maupun siapa pun untuk segera bekerja dan berkarya. Semangat inilah yang mendorong saya untuk segera mendapatkan pekerjaan.

Ditengah usaha saya untuk mendapatkan pekerjaan, kebetulan sekali pada tanggal 21-22 Oktober 2013 (senin-selasa) di kampus diselenggarakan Job fair oleh pihak CDC kampus dengan di ikuti oleh beberapa perusahaan, lembaga maupun brand ternama. “Kebetulan sekali, ini kesempatan”,gumam saya dalam hati.

Sambil menunggu proses wisuda pada Desember mendatang, tidak ada salahnya saya mencoba menjajaki keberuntungan saya di Job Fair tersebut.

Waktu yang ditunggu pun tiba (senin 21 Oktober 2013), saya bersama teman seperjuangan, senasib dan sepenanggungan yang juga akan lulus di Desember mendatang, sebut saja Ahmad, kami berdua mencoba peruntungan di job fair ini. Setelah mengambil SKL (surat keterangan Lulus) dari gedung administrasi kampus, kami berdua bergegas menuju auditorium tempat dimana job fair diadakan.

Sekitar pukul 11.00 siang kami berada di lokasi. Para pencari kerja sudah memadati tempat digelarnya pameran kerja tersebut. Dari Pria berdasi, hingga wanita berkalung sorban ada di tempat tersebut. Semua kelihatan elegan, cantik dan rupawan, hanya kami berdua saja yang sedikit terlihat cupu. Maklum basic kami bukan seorang model atau seorang coverboy majalah ternama. Ya ini lah kami apa adanya. Kami bukan anggota boyband apalagi girlband, jadi maklum saja kami tidak pandai berdandan ....

Kami berdua menelusuri lorong - lorong stand pameran. Dari stand satu ke stand lain kami telusuri. Saya dan Ahmad sebagai freshgraduate membidik penawaran S1 segala jurusan pada job fair tersebut. Kami rasa itu adalah penawaran realistis bagi kami berdua. Syarat demi syarat yang tertulis di setiap bilik stand kami baca tanpa terkecuali. Tidak jarang kami meminta brosur kepada petugas dan tidak jarang pula petugas stand yang memberi brosur kepada kami. Take and give terjalin antara kami dan petugas stand.

Setelah berkeliling dari stand ke stand, mata kami tertuju ke stand INTER PAN, kalau tidak salah itu adalah perusahaan menengah yang bergerak di bidang forex. Ahmad pun memulai pembicaraan dengan Mbak cantik penjaga stand. Dengan gaya bahasa yang ramah dan luwes, Ahmad bertanya apakah di perusahaan tersebut menerima S1 segala jurusan. Mbak penjaga stand pun menjawab “Ya”.

Itulah salah satu kelebihan Ahmad yang mungkin tidak pernah terekpos oleh media. Dari tampilan Ahmad memang kelihatan orangnya kaku. Namun dalam hal negosiasi dan berbicara dengan orang lain dia sangat jago, mungkin darah Syahrir mengalir dalam tubuh pemuda ini. Sebagai tambahan bahwa teman saya satu ini orangnya sangat ramah dan humoris walaupun terkadang kontroversial dibeberapa kesempatan..hehehe.. Peace Brow!!.

Di stand Inter Pan ini, kami di sodori formulir untuk pendaftaran. Kolom demi kolom formulir terisi sudah. Kemudian lembar pendaftaran tersebut kami kumpulkan. Mbak penjaga stand mengatakan bahwa nanti tunggu saja panggilan dari kami. Kami rasa urusan di stand ini sudah selesai maka kami lanjut ke stand lain. Kami menuju stand yang berada di barisan depan penyelenggaraan.

Perjalanan keliling stand berlanjut. Mata kami menuju salah satu stand yang cukup ramai dikunjungi orang. Banyak pria ganteng dan wanita cantik berada di stand tersebut. Ramainya pengunjung di Stand tersebut telah mencuri perhatian kami berdua.

Kami penasaran ada apa dan apa nama stand tersebut sebenarnya. Stand tersebut adalah stand job fair dari PT. Paragon Technology & Innovation (PTI). Disitu kami hanya melihat-lihat persyaratannya saja dan belum melamar, karena kami di hari pertama belum membawa surat lamaran dan hanya survey dulu. Kemudian saya mengambil dua buah brosur yang berisi introducing dan persyaratan kerja dari PT tersebut. Setelah puas berkeliling di acara job fair kali ini.

Saya dan Ahmad memutuskan meninggalkan pameran untuk kembali ke Kost. Kami kembali ke Kost seraya membawa beberapa brosur bursa kerja yang telah kami anggap cocok dengan kualifikasi kami.

Saya dan Ahmad melakukan diskusi kecil setibanya di kost. Di ruang berukuran 3x3 m2 tersebut kami berdiskusi cukup alot mengenai peluang yang realistis kami masuki. Lembar demi lembar brosur kami cermati, kami pilih dan pilah secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Perdebatan pun kadang mewarnai diskusi ini, tak pelak hujan interupsi pun mengalir deras. Massa diluar ruangan yang tidak sabar menunggu hasil diskusi pun memaksa masuk ke ruang diskusi. Namun berkat penjagaan yang ketat dari pasukan kerajaan Demak konflik di luar ruangan dapat dihalau. [Emangnye tentara kerajaan demak masih ade? Gile lu nDro!” ...]

Diskusi tertutup yang dijaga ketat oleh tentara kerajaan Demak dengan di backup pasukan Densus anti teror tersebut akhirnya dapat membuahkan hasil. Kami sepakat memutuskan bahwa besok hari, Kami akan mendaftar di PT. Paragon Technologi & Innovation. Kami rasa penawaran dan persyaratan di tempat tersebut realistis bagi kami. Adapun penawaran dan persyaratan yang dibutuhkan di tempat tersebut antara lain sebagai berikut:

Graduate Intake Program (GIP)


• S1 /Freshgraduate/ Semua Jurusan
• IPK ≥ 2,8
• Jujur, rajin dan pekerja keras
• Senang belajar

Branch Controller (BC)


• S1 /Freshgraduate/ Semua Jurusan
• IPK ≥ 2,8
• Jujur, rajin dan pekerja keras
• Senang belajar
• Pria Lebih diutamakan

Promotion Supervisor (PS)


• Minimal S1, IPK ≥ 2,8
• Wanita
• Jujur, pekerja keras, dan dinamis
• Peluang ditempatkan di seluruhIndonesia

Product Development (PD)


• S1 /Freshgraduate/ Semua Jurusan
• IPK ≥ 2,8
• Jujur, rajin dan pekerrja keras
• Senang belajar
• Wanita lebih diutamakan

Head of Marketing Area (HMA)


• Minimal S1
• IPK ≥ 2,8
• Jujur, pekerja keras, dan dinamis
• Peluang ditempatkan di seluruh Indonesia

Internal Auditor (IA)


• S1/ Freshgraduate/ Semua jurusan
• IPK ≥ 2,8
• Jujur, rajin dan pekerja keras
• Senang belajar

Finance & Accounting (FA)


• S1 Ekonomi/ Freshgraduate
• IPK ≥ 2,8
• Jujur, rajin dan pekerja keras
• Senang belajar

Assisten Promotion Supervisor (APS)


• Minimal D3/ Semua jurusan
• IPK ≥ 2,8
• Wanita
• Jujur, rajin dan pekerja keras

Berdasar penawaran dan syarat yang di butuhkan oleh PTI, kami mempunyai pilihan masing-masing. Saya memilih Branch Controller sedangkan Ahmad memilih Graduate Intake Program.

Pojok Tawa:


Melihat jabatan kerja di perusahaan pada saat ini, kedengarannya jabatan tersebut sangat bonafit. Namun percayalah wahai para pembaca ke-bonafitan atau kerennya jabatan atau posisi kerja di suatu perusahaan disebabkan karena istilah jabatan tersebut menggunakan bahasa Inggris. Coba yen nggunakno boso Jowo, tak jamin ra ono keren-kerene blas, misal
Head Of Marketing Area ( Sirahe nggon pasaran )
Branch Controller ( tukang ngatur pang)
Promotion Supervisor (Mandor towo-towo)
Assisten Promotion Supervisor (Pembantune Mandor towo-towo)
Receptionist (Tukang among tamu)
Salesman ( Lanangan dodolan)
Sales Promotion Girl ( Prawan dodolan towo-towo )
Lan sak piturute..

Kembali ke benang Merah cerita....Selang beberapa jam kemudian setelah diskusi selesai , saya pamitan kepada patner diskusi untuk pulang ke rumah. Sore sekitar jam 17.00 saya tiba di rumah. Saya meminta doa kepada anggota keluarga untuk kelancaran usaha melamar kerja. Segala persiapan berupa CV telah saya ketik di malam hari. Di sela-sela mempersiapkan CV, terbersit gagasan Spontan dalam benak Saya yaitu “Nggowo Roti Boyo neng Job Fair wae, ora nglamar gaweane ning nglamar mbak’e sing jogo stand”. .... maklum saya lelaki normal, namun bukan playboy lho.

Gagasan tersebut hanyalah suatu candaan dari diri saya, biasa candaan ini muncul spontan manakala tubuh dalam kondisi lelah dan penat di suatu kesempatan. Candaan semacam ini saya maksudkan untuk mengurai kepenatan, kelelahan maupun ketegangan dalam diri saya ketika ada masalah atau ada suatu kegiatan yang menguras tenaga dan pikiran. Ya, boleh dikata sedikit untuk merefresh dan menghibur diri semacam itu.

Memasukkan berkas lamaran di hari kedua

Sesuai kesepatan bahwa kami akan mendaftar di hari kedua maka pagi benar jam 8.30 saya berangkat menuju job fair. Saya berangkat dengan naik sepeda motor buatan luar negeri. Motor pabrikan Negeri Sakura tersebut sangat handal, dari Tukang becak hingga nenek-nenek renta tak kuasa menandingi akselerasi motor saya. Tikungan dan tanjakan bahkan polisi tidur saya lewati dengan mudah.

Jalan sepanjang 25km dengan segala kenampakan dan karakteristiknya telah saya lewati dengan lancar, kemudian tepat pada jam 9.45 saya tiba di Kost Ahmad. Saya menghampiri dia untuk bersama-sama menuju job fair guna memasukkan berkas pendaftaran ke stand PTI.

Ketika masih di kost, Ahmad mengatakan pada saya, “Kowe di bel soko Inter Pan Ora?. Saya, “Ora i”. Ahmad, “Coba endak ono HP mu, mungkin kwe di bel pas perjalanan”. Dan benar saja di HP saya ada nomor panggilan tak terjawab mungkin dari perusahaan tersebut. Kemudian saya tanya ke Ahmad, “ intine kon ngopo Mad?”. Ahmad, “engko jam 3 sore kon nyang kantore?”. Lah kok ndadak men? timpal saya.

Ternyata di luar dugaan, kami kira panggilan dilakukan 2 atau 3 hari, ternyata satu hari sesudahnya. Hal ini membuat kami tidak memiliki persiapan. Berdasar pertimbangan, maka kami akhirnya memutuskan tidak menghadiri panggilan tersebut. Bukan kami tidak membutuhkan pekerjaan melainkan faktor panggilan yang mendadak tersebut membuat kami tak punya persiapan karena di hari tersebut juga ada kerepotan lain. Mungkin jika panggilan itu 2 atau 3 hari setelah pendaftaran kami bisa menghadiri. Nampaknya kami belum berjodoh dengan perusahaan tersebut.

Next.....Saya dan Ahmad menyiapkan CV dan beberapa kelengkapan lain seperti pas foto berwarna 4x6 untuk melamar. Setelah persiapan kelar, kami bergegas menuju job fair. Suasana tampak ramai jika dibanding hari pertama, maklum hari kedua ini merupakan hari terakhir atau hari penutupan job fair kali ini. Jadi tak hayal kalau hari kedua ini lebih ramai. Pengunjung semakin bertambah, dari Pria berdasi hingga wanita berkalung sorban kini semakin menjadi-jadi banyaknya.

Di hari kedua ini, kami langsung menemui petugas stand yang telah kami maksud, petugas tersebut menyuruh untuk langsung memasukkan CV kami. Perusahaan PT. Paragon & Innovation yang kami tuju tersebut. Kami berharap semoga dapat panggilan dari perusahaan tersebut, agar bisa mengikuti proses selanjutnya. Kami berdoa agar diterima ditempat kerja tersebut. Namun apabila tidak lolos, kami terima dengan ikhlas sebagai sebuah pengalaman yang berharga.

Demikian cerita pengalaman Lamaran Pertama seorang Freshgraduate.

Hikmah yang dapat kita petik dari cerita diatas yaitu Jika anda ingin mendaftar kerja di bursa kerja atau di job fair

1. Mantapkan Niat. Siapkan diri anda. Pastikan kesehatan badan anda prima. Jangan lupa siapkan mental anda dengan baik pula.

2. Berpakaian rapi dan sopan, tidak perlu berdandan menor pada saat berkunjung ke job fair, karena penampilan rapi dan sopan akan memberi nilai tersendiri bagi anda pada saat wawancara. Karena beberapa perusahaan yang mencari pekerja tidak jarang ada yang langsung meng-interview anda di tempat job fair. Penampilan dalam berbusana adalah cerminan diri kita !

3. Buat surat lamaran dengan baik dan benar

4. Buatlah CV yang menarik, tidak perlu bertele-tele. Bubuhkan atau ceritakan kelebihan anda, karena akan menjadi penilaian tersendiri dari HRD atau petugas lain dalam proses screening CV. Ingat CV harus dibuat dengan jujur sesuai dengan keadaan diri kita.

5. Siapkan persyaratan penunjang lain seperti Fotokopi KTP atau identitas semacamnya, foto berwarna 4x6, Map, dll.

6. Anda bisa mendaftar lebih dari satu pekerjaan, hal ini untuk berjaga-jaga apabila tidak diterima di tempat yang satu, anda masih memiliki kesempatan diterima di tempat kerja lain. Meskipun demikian melamar lebih dari satu tempat kerja juga bukan tanpa resiko, misal panggilan tes yang berbenturan. banyak menyita tenaga, biaya dan pikiran dll. Maka dari itu, batasi lamaran pekerjaan sesuai kemampuan anda serta pandai-pandailah melihat peluang dan situasi.

7. Awali dan akhiri usaha anda dengan doa. Serahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Karena rejeki umat manusia telah diatur oleh Tuhan YME.

-sekian-




Artikel Terkait:

Kronologi Bayu
Kronologi Bayu Updated at: Sunday, April 20, 2014
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai